Selasa, 07 Juni 2011

Banteng Jawa – Penguasa Hutan Meru Betiri


Sapi gagah ini bukan sembarang sapi loh. Ini adalah Bos Javanicus atau Banteng Jawa. Keberadaan mereka sangat di lindungi oleh pemerintah Republik Indonesia. Banteng Jawa sebenarnya adalah nenek moyang dari sapi Bali yang dikenal sangat tahan terhadap kondisi extreme lingkungan tempat tinggal mereka.
Di habitat aslinya, mereka ini sangat agresive sekali. Jadi jangan harap bisa lolos dari tandukan mereka jika mereka sudah mulai mencium atau mendengar kehadiran kita di dekat mereka.
Dengan agresivitas mereka yang sangat tinggi. Sangatlah tidak mengherankan kalau sering sekali terjadi konflik antara mereka dengan para penduduk di sekitar Taman Nasional Meru Betiri Jember yang menjadi tempat perlindungan mereka saat ini. Dalam konflik tersebut, bahkan tidak jarang, jatuh korban luka-luka yang cukup serius ketika kawanan Banteng Jawa ini menyerbu pemukiman penduduk.
Hal ini tentu menjadi dilema tersendiri bagi pemerintah. Disatu sisi mereka merupakan satwa langka yang sangat dilindungi oleh Undang-Undang. Disisi lain, keselamatan penduduk setempat juga harus lebih diutamakan oleh pemerintah.
Pada tahun Oktober 2006, ketika kembali terjadi konflik di Taman Nasional Meru Betiri. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama-sama Taman Safari Indonesia II – Prigen Pasuruan berhasil mengevakuasi satu ekor banteng jantan dan 6 ekor banteng betina untuk di pindahkan ke lokasi Taman Safari Indonesia. Dan sejak saat itu, Taman Safari Indonesia II – Prigen berupaya untuk menangkarkan mereka dilingkungan Taman Safari Indonesia II – Prigen, Pasuruan. Sebelumnya, pada tahun 2005. BKSDA bersama Taman Safari Indonesia II Prigen juga sudah mengevakuasi 2 Banteng Jantan dari 2 tempat yang berbeda.
Dengan dukungan tenaga ahli dan research yang sangat memadahi di Taman Safari Indonesia II, Prigen. Jagoan dari hutan Meru Betiri ini akhirnya berhasil ditangkarkan. Pada 4 July 2007, Anakan Banteng Jawa pertama akhirnya lahir di Taman Safari Prigen. Dan sampai dengan tahun 2011 ini, jumlahnya mencapai 23 ekor. Dan diperkirakan sampai dengan akhir tahun 2011 ini, akan didapatkan kelahiran banteng-banteng lainnya.
Tentu hal ini menjadi pertanda baik akan nasib Banteng Jawa ini kedepannya. Mengingat Banteng Jawa merupakan satwa langka yang sangat dilindungi. Banteng Jawa juga merupakan sumber genetik yang sangat berharga untuk pemuliaan genetik dari sapi Bali yang sangat produktif dan tinggi nilai ekonomisnya.
Dari pemikiran tersebut, maka Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan selaku lembaga yang ditunjuk sebagai STUD BOOK KEEPER (penjaga silsilah) Banteng Jawa diluar habitnya oleh pemerintah mengadakan program pemuliaan genetika dari Sapi Bali. Agar kelak selain didapatkan Sapi Bali dengan karkas daging yang lebih banyak, tetapi juga dengan daya tahan terhadap penyakit juga jauh lebih baik dari Sapi Bali yang sudah mengalami penurunan genetika akibat inbreeding (perkawinan sedarah)selama berabad-abad.
Generasi Sapi Bali yang ada sekarang ini, walaupun toleransi mereka terhadap pakan berkualitas rendah sangat tinggi dan relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan dengan strain sapi-sapi domestik lainnya. Tetapi tetap saja mereka ini masih sangatlah rentan terhadap satu penyakit yang dikenal dengan nama Jembrana Diseasemaupun MFC Disease. Ditambah lagi denga tingkat kematian anakan Sapi Bali (pedhet) sebelum bisa di sapih masih sangatlah tinggi (15-20% dari populasi yang ada). Jadi hasil dari program pemuliaan genetika ini nantinya sangatlah bermanfaat bagi dunia peternakan di Indonesia. Karena akan menghasilkan sapi-sapi bali dengan daya tahan sekuat banteng-banteng Jawa yang menjadi nenek moyang mereka.
Satu hal yang sangat luar biasa di Taman Safari Indonesia II Prigen adalah, keberadaan Banteng Jawa di area Safari Adventure. Sesudah bertahun-tahun area penangkaran mereka selalu dilewati oleh ratusan kendaraan pengunjung Taman Safari setiap harinya. Banteng-banteng yang sangat terkenal agresive ini akhirnya sangat familiar dengan para pengunjung.
Kalau di habitat aslinya mereka akan menghajar siapapun yang mendekati kawanan mereka. Di Taman Safari Prigen, mereka bahkan dengan senang hati datang menyapa pengunjung yang ada dengan mendekati setiap mobil yang lewat, dan tentu saja akan menunggu kesediaan para pengunjung untuk membagi wortel yang di bawa oleh pengunjung, agar mereka juga mendapatkan bagiannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar